Ambisi Honda Stop Mengalahkan Toyota

By | 23 September 2017

Untuk mencapai tujuan itu, mereka melakukan banyak langkah seperti Toyota. Alhasil, inovasi dan produk yang diciptakan Honda dianggap mengikuti Toyota.
Hal ini diakui oleh Presiden dan CEO Honda R & D, Yoshiyuki Matsumoto. “Karena kita terobsesi dengan Toyota dan mengalahkannya di pasaran, kita mulai terlihat seperti Toyota, jadi kita mulai melupakan mengapa kita eksis sebagai perusahaan untuk memulai sebuah produk dan inovasi,” kata Matsumoto seperti dikutip dari Reuters.
World premiere Honda Urban EV Concept – EV pertama Honda untuk Eropa
Diakui Honda, ini telah terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Dan bila dilihat sebenarnya, itu memang terjadi. Seperti halnya Honda dengan meluncurkan produk Clarity Fuel Cell yang menggunakan teknologi hidrogen. Sebelumnya, Toyota sudah memasarkan sebuah mobil bernama Mirai, teknologi yang sama.
Kepala eksekutif Honda, Takahiro Hachigo, mengatakan hal ini harus diubah. Honda, memang, bukan lagi perusahaan yang inovatif di industri otomotif. Melihat ini, Hachigo yang menjadi bos Honda sejak Juni 2015, nampaknya ingin menghidupkan kembali budaya para insinyur Honda. Siapa yang berani mengambil risiko dan kembali ke struktur perusahaan yang menjadi inovator dan pencipta suatu produk.
Inovasi saat ini di industri otomotif merupakan tantangan bagi produsen. Banyak produsen mobil yang melakukan penelitian pada pembuatan produk, seperti teknologi elektrifikasi, komputerisasi, mobil otonom dan membuat mobil dengan tampilan menggoda dan hemat bahan bakar.
Contoh terbaru, mobil hidrogen. Pasalnya, bahan bakar hidrogen, baik Honda Clarity maupun Toyota Mirai, merupakan sedan yang emisinya jernih. Hidrogen ini memicu sel bahan bakar yang kemudian menggerakkan motor listrik yang diambil dari sistem Hybrid Synergy Drive (HSD) Toyota Hybrid. Mirai lahir pada tahun 2015, sementara Clarity muncul hampir setahun kemudian. Honda mengklaim Kejelasan bisa melaju sejauh 750 km. Superior dibanding Mirai yang memiliki jarak 530 km.
Sementara dari sisi penjualan global, jumlah produk Toyota berhasil terjual jauh lebih banyak dibanding Honda. Pada tahun fiskal 2016-2017, Honda menjual 5,15 juta kendaraan di seluruh dunia, sementara Toyota mampu menjual lebih dari 10 juta unit pada 2017. Kemudian dengan menghentikan ambisi ini, apa langkah selanjutnya Honda?