Ini kekurangan Suzuki Baleno Hatchback

By | 23 September 2017

Pertama, posisinya di pasaran. Baleno hatchback bersentuhan langsung dengan saudaranya sendiri, Suzuki Swift. Memang seharusnya tidak masalah. Apalagi harga dan target pasar berbeda. Tapi masyarakat bisa salah paham. Dengan mengasumsikan hatchback Baleno lebih buruk karena harganya di bawah Swift, bisa saja muncul. Sebenarnya faktanya tidak begitu.
Dari segi tampilan luar tidak apa-apa, tetap di dalam. Secara umum, kabin hatchback Baleno bisa diterima. Tapi kalau ngomong ngomong, kualitas kabin tetap ada ruang untuk perbaikan. Salah satunya dalam hal kualitas dash.
Meski fitur di kabinnya bisa diterima, ada yang kurang dari kabin Baleno hatchback. Sektor hiburannya masih menggunakan headunit audio standar 2DIN. Mungkin masuk akal untuk melihat Baleno dilengkapi dengan banyak fitur lainnya. Namun di kisaran harga yang ditawarkan, ada mobil lain yang sudah menggunakan layar sentuh sebagai pusat komando infotainment. Bahkan ada juga yang menyertakan sistem navigasi. Memang, Suzuki menawarkan layar sentuh sebagai aksesori yang dijual terpisah. Tapi harus menghabiskan lebih banyak.
Soal kinerjanya. Mesinnya sudah terbukti pada model lain seperti Ertiga dan Swift. Tapi itulah masalahnya. Tidak ada kenaikan dalam hal mesin, apalagi Baleno tergolong produk baru.

Kasusnya mirip dengan hatchback Toyota Yaris, saat pertama mengganti generasi di sini. Meski bodi baru, mesinnya masih panjang. Tapi kemudian, Toyota memberikan update dan transmisi mesin. Baleno secara alami bisa mengikuti, dengan upgrade mesin, misalnya menjadi VVT ganda.
Memang, Baleno hatchback menawarkan banyak poin plus, terutama perbandingan harga dan fitur. Terlepas dari kekurangannya, tak ayal Baleno hatchback yang masih layak di pilih dan merupakan hatchback dengan nilai terbaik untuk uang hari ini.