Kenali sosok Toyota C-HR

By | 21 September 2017

Yang perlu diperhatikan, C-HR merupakan kendaraan crossover dengan bentuk yang unik. Figur SUV dengan keteguhan tinggi berground clearance dikombinasikan dengan eksotisme coupe menjadikannya Coupe High Rider (C-HR).
Ide yang sama tidak pernah menggunakan Nissan di Juke, namun mengundang kontroversi di beberapa forum. Setelah semua itu tidak mempengaruhi penjualan Juke, permintaan tetap ada
Akankah C-HR sama? Mungkin, mengingat pasar Indonesia menyambut setiap mobil dari merek Toyota-nya. Misalnya di Jepang, mobil ini laku dengan baik dan menjadi penggaris segmen dengan jumlah 79303 unit. selama paruh pertama tahun 2017.
C-HR5
Platform Lanjutan
Di balik desain futuristiknya, Toyota C-HR berdiri di platform unibody Toyota New Global Architecture (TNGA). Apa itu unibody? Chassis dan bodi jadi satu atau biasa kita kenal monokok. Tujuan TNGA adalah membuat platform tersedia untuk berbagai model. Selain C-HR, platform ini telah digunakan untuk mendukung Toyota Prius generasi ketiga, dan juga jajaran produk Toyota Camry dan Lexus (LS, LC, dan ES).
Desain eksterior menganut bentuk coupe dengan atap miring ke belakang. Apakah desain ini membuat ruang kepala lebih sempit? Saya tidak punya ide. Tapi pengalaman kami mengatakan mobil dengan bentuk ini, headroom di bagian belakang biasanya biasa-biasa saja.
Bekas luka di tubuh terlihat menegaskan kesan dinamis. Terutama di fender dan buritan. Siluet punggung C-HR mengingatkan pada bentuk hatchback Honda Civic. Di media sosial Instagram ada yang asyik membuat rendering C-HR dengan sayap belakang Civic Type-R terbaru. Dan Anda akan kesulitan membedakan mana C-HR, di mana Type R.
C-HR4
Opsi Mesin
Untuk menunjang pergerakan tersebut, Toyota melengkapi beberapa varian mesin. Berawal dari kapasitas terkecil, 1,2 liter namun dilengkapi dengan turbocharger sehingga menghasilkan 115 ps. Lalu di situ ada 1,5 liter, 1,8 liter, 2.0. Nah yang paling canggih adalah 1,8 hybrid. Yang masuk ke Indonesia masih menjadi tanda tanya.