Konsep Urban EV, Mobil Masa Depan Honda Siap Produksi Massal

By | 23 September 2017

Disebut memiliki tampilan retro, karena tampilan mobil ini mirip dengan desain hatchback Civic generasi pertama yang diluncurkan pada tahun 1980an. Sedangkan ukurannya, seperti Classic Mini Cooper dengan panjang 2.295 mm, atau 100 mm lebih pendek dari Honda Jazz.
Honda menyebut, Urban EV Concept merupakan kendaraan listrik masa depan. Dalam keterangan persnya disebutkan, Urban EV Concept menampilkan teknologi mutakhir yang dibalut desain sederhana dan modern.
Konsep Honda Urban EV – Profil
Meski memiliki tampilan retro, namun kesan sporty dan modern juga terpancar dari penggunaan pelek besar, dengan aksen radius. Selain itu, di kap mesin, ada aksen hitam yang terlihat seperti sendok air. Logo ‘H’ di bagian depan bersinar biru, sedangkan lampu depan dan belakangnya dibuat dengan desain futuristik. Di samping, terlihat indikator baterai yang bisa memberi informasi kepada pengguna tentang kekuatan mobil ini.
Sementara di dalam kabin, desain mobil kota ini lebih unik. Mampu menampung empat penumpang, tapi hanya ada dua pintu untuk masuk ke mobil. Kemudian disain kursi dibuat menyerupai sofa seperti di ruang tamu rumah.
Konsep Honda Urban EV – Interior
Yang menyenangkan, bentuk kemudi dibuat persegi, lengkap dengan layar besar sebagai pusat infotainment. Layar juga berfungsi untuk memberikan beberapa informasi kepada pengguna. Mulai dari info daya baterai, belakang dan koneksi kamera lainnya. Di balik layar terdapat aksen kayu dan atapnya dibuat dengan bahan kaca, untuk memberi kesan lapang.
Honda tidak menyertakan data spesifikasi teknis, namun mereka mengatakan mobil ini memiliki sistem Power Manager Concept. Dengan menggunakan sistem ini, Honda mengaku mampu membuat Konsep Urban EV lebih efisien, bertenaga dan lebih ramah lingkungan.
Logo produsen mobil H, memastikan mobil diproduksi massal segera. Seperti yang dikatakan oleh CEO Honda, Takahiro Hachigo. “Ini bukan visi masa depan yang jauh, versi produksi mobil ini yang kami jual di Eropa mulai 2019,” kata Hachigo dalam siaran persnya.