Toyota Innova Venturer, Kijang Termahal Bisa Apa?

By | 21 September 2017

Toyota ingin menangkap target konsumen yang lebih mapan sambil mempertahankan basis Innova. Kemudian proyek Venturer dikembangkan, menggunakan tipe tipe-tipe innova sebagai basis utama. Agar tidak bertepatan dengan harganya, Innova 2,4 Q dikeluarkan, namun versi bensin tetap ada. Singkatnya, Venturer memiliki semua fitur Innova 2.4 Q dan menambahkan aksesoris lainnya agar sesuai dengan target yang ingin dicapai.
Penampilannya didandani sebagai petualang dan terkesan juga karakter SUV. Terutama dari penambahan side rocker black molding disekitar bodi yang dimeriahkan aksen krom di samping dan keempat sudut. Game krom tidak berhenti sampai disitu. Kisi-kisinya hitam mengkilap, dengan bingkai krom juga. Tak ketinggalan, hiasan di pintu belakang juga ada di samping laburan hitam glossy di antara kedua lampu tersebut.
Sehingga sosoknya lebih ganteng, rims hitam dikelir. Yang sayangnya masih menggunakan model yang sama dengan ukuran Innova Qova 17 inci. Fitur eksterior lainnya juga sama, antara lain headlamp proyektor LED, kaca spion dengan antena model light dan shark fin. Melihat ke dalam kabin, baru sadar kenapa Innova Q belum diberi balutan kulit di kursinya. Karena hanya disiapkan untuk Venturer saja. Warnanya hitam sehingga terlihat elegan. Model jok baris kedua adalah kursi kapten agar lebih eksklusif. Kehadiran panel kayu di setir, dashboard hingga door trim, semakin memancarkan kesan kemewahan.
Kelengkapan fitur yang sama dengan Innova Q. Penggunaan smart entry key, tidak perlu menyalakan mesin dengan kuncinya. Model TFT Multi-Informasi Display (MID) terlihat inovatif dengan menampilkan gambar berbentuk 3D. AC telah mengadopsi kontrol iklim dan pencahayaan sekitar di langit-langit yang berfungsi untuk menambah kenyamanan. Tak ketinggalan, sistem hiburannya adalah monitor 8 inci, yang bisa diatur hanya melalui gerak tubuh dan banyak fitur lainnya seperti Miracast, HDMI, Bluetooth, voice command, browser web dan koneksi smartphone.
Fitur keselamatan Innova Q lebih berkelas, dipastikan juga di Venturer. Kantung udara tidak hanya untuk pengemudi dan penumpang, tapi tersedia di samping dan airbag berbentuk tirai. Sistem ABS + EBD pasti memiliki, ditambah Vehicle Stability Control (VSC) untuk mencegah Venturer tergelincir di tikungan. Hill Assist Control (HAC) perangkat sangat berguna pada tanjakan curam. Rasa was-was tergelincir ke bawah, hilang karena mobil macet meski rem sudah dilepas.
Pilihan mesin mempertahankan mesin bensin 2 silinder 1TR-FE 4 silinder dengan teknologi Dual VVT-i dan mesin diesel VNTurbo 2GD-FTV 2,4 liter. Meski menjadi varian tertinggi, pilihan transmisi manual 5-speed tetap ditawarkan disamping transmisi otomatis 6-speed. Meski terdengar berlebihan dan agak aneh jika ada konsumen yang ingin membeli mobil manual seharga Rp 400 juta.
Nah, bicaralah soal harga, Venturer bukan Toyota Kijang dulu ‘populis’. Solar Venturer 2.0 Venturer berharga Rp 394,5 juta dan Rp 414,8 juta matic. Selisih harga dengan tipe Innova Q sekitar Rp 10 juta. Sedangkan Venturer 2.4 diesel MT sebesar Rp 432,2 juta dan 2,4 AT Rp 453,8 juta. Harga sudah menargetkan MPV kelas tinggi Nissan Serena, Mazda Biante dan bahkan lebih mahal dari saudaranya sendiri, Toyota Voxy.