Transformasi Suzuki Baleno dari Waktu ke Waktu

By | 23 September 2017

Sedan kompak, dirancang sebagai mobil hemat bahan bakar pada 1990-an. Ada versi hatchback yang diberi nama Amenity. Bahkan, ada juga versi dua pintu yang kabarnya hanya dipasarkan hanya 200 unit saja. Ada dua pilihan mesin, 1.3 liter dan 1.6 liter, yang masih menggunakan karburator.
Siklus hidup Esteem berakhir pada tahun 1995 dan digantikan oleh Baleno setahun kemudian. Sosok generasi pertama Baleno, lebih ramping dan menarik, membuat pecinta sedan langsung jatuh cinta padanya. Padahal, pada saat itu, Baleno masuk dalam pertarungan melawan Honda Civic Ferio (SO4) dan Toyota All New Corolla (AE111). Karena kapasitas mesinnya sama yang diusung tiga sedan.
Generasi Pertama, Baleno Millenium
Ya, Baleno dulu menggunakan 16-valve 16-valve G16B berkode mesin 16-valve G16B. Mesin ini masih dalam keluarga G16 yang juga menggunakan Esteem GT, Vitara, Escudo, Sidekick dan Futura. Hanya saja, sistem pasokan bahan bakar memiliki injeksi titik elektronik, bukan lagi karburator. Tenaga yang dihasilkan hanya 99 PS dan torsi 127 Nm. Sayangnya, hanya ada transmisi manual 5 kecepatan.
Baleno 1st gen facelift
Transmisi otomatis baru ada di versi facelift yang terjadi pada tahun 1999. Nah, Baleno juga dikenal sebagai Millennium Baleno, bertepatan dengan pergantian milenium baru di tahun 2000. Mesinnya berubah menjadi G15A atau lebih kecil 100 cc. Tapi, tenaga naik menjadi 103 PS meski torsi tetap 127 Nm, dan konsumsi bahan bakar lebih irit dari 1,6 liter. Desainnya hanya berubah dari muka. Lampu kotak dimodifikasi lebih bulat, untuk menghilangkan kesan kaku dan grille yang terlihat lebih besar. Perubahan pada mesin juga mengubah peta persaingan. Pada saat bersamaan, Honda meluncurkan City Type Z dan Toyota mensponsori Soluna.
Generasi Kedua, Baleno Next-G
Tren bergeser mulai tahun 2003. Munculnya spesies MPV berukuran kompak tapi kabinnya luas, membuat desain sedan juga meracuni desain MPV. Jika diperhatikan, mulai tahun ini desain mobil terbaru semakin melotot dan atapnya tinggi. Compact hatchback juga tampil seperti Honda Jazz, Toyota Yaris, Daihatsu YRV dan Suzuki Swift. Suzuki juga memiliki Aerio yang sangat tangguh antara MPV kecil atau hatchback. Sayangnya, basis Aerio ini digunakan sebagai Baleno generasi kedua dengan Baleno Next-G yang terkenal.
suzuki-liana-sedan-ii- [10134]
Desain eksterior yang cukup manis di Aerio, menjadi kacau saat bagian bawah bokong menjadi busur sedan. Tak heran mengolok-olok banyak orang, sekaligus sebagai generasi kedua Honda City. Lihatlah tampilan Toyota Vios yang menjadi penerus Soluna, jadi tampil paling keren. Baleno Next-G mengalami perombakan dari semua bagian. Interiornya tampak futuristik berkat model digital panelmeter. Kabin jauh lebih lega dibanding generasi sebelumnya. Sudah ada ABS + EBD meski tidak dilengkapi dengan airbag SRS ganda.
Tak lama beredar, facelift langsung dengan mengupdate desain bumper depan dan belakang. Perubahan yang sama dialami Aerio. Desain dashboard berubah dan panelmeter kembali ke model analog. Generasi kedua Baleno, dipersenjatai dengan mesin baru M15A. Mesin yang masih menggunakan SX4 S-Cross ini cukup awet dan kuat meski tidak seirit mesin Toyota dan Honda. Sudah DOHC dan menerapkan teknologi VVT katup variabel, tenaga yang dihasilkan meningkat menjadi 110 PS dan torsi 140 Nm. Transmisi tetap sama, manual 5 kecepatan dan otomatis 4 percepatan.
Generasi Keempat, Neo Baleno
Jika Baleno Next-G lebih mencirikan MPV kecil, generasi ketiga kembali berubah menjadi tipe lain. Pada 2007, Suzuki Indonesia menjadi pelopor kelas crossover yang berhasil dipasarkan Suzuki SX4. Bagikan basis yang sama dengan Suzuki Swift, desain SX4 terlihat macho berkat karakter SUV yang kuat dan ground clearance yang tinggi. Lalu lahirlah Neo Baleno di tahun 2008. Ternyata Suzuki mengulangi kesalahan yang sama, mengubah bentuk SX4 sudah sebanding dengan menambahkan batang sedan di bagian belakang. Akibatnya menjadi spesies langka.